MAKASSAR, KOMPAS.com — Sehari sebelum meninggal, Senin (31/1/2011) dini hari, Rinra Sujiwa Syahrul Putra (19), mahasiswa IPDN Jatinangor, Jawa Barat, masih sempat meminta ayahnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, untuk tidur berdampingan dengannya.
"Kemarin, Pak Gubernur masih sempat mengantar Rinra ke bandara," kata Asdar Muis RMS, orang dekat Syahrul, mengutip cerita dari Andi Ilhamsyah Gazaling, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel yang juga ikut menemani Syahrul ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (30/1/2011) sore.
Rinra pun sempat ditanya Syahrul di Jakarta soal luka memar di perutnya. Namun, ia menjawab ini adalah hal yang biasa di IPDN. "Ini biasa Pak di STPDN," kata Rinra, dikutip kerabat Syahrul yang minta namanya dirahasiakan.
Rinra berada di Makassar untuk liburan akhir pekan sekitar empat hari. Rinra yang merupakan praja-madya angkatan 2008 di IPDN Jatinangor langsung masuk ke kampus pada malam harinya.
Setelah masuk kampus yang masih mengedepankan tradisi senioritas, putra bungsu Syahrul ini meninggal. Syahrul mendapat kabar putranya meninggal pada Senin pagi langsung dari pimpinan IPDN di Jatinangor.
Hingga saat ini, semua kerabat dan orang dekat Syahrul masih berada di rumah dinas Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang